Ancaman Nyata Mikroplastik yang di temukan di 2 Sungai Kota Padang oleh Tim Ekspedisi Sungai Nusantara

Dua orang peneliti senior Ecoton yang melakukan Ekspedisi Sungai Nusantara mengunjungi 2 sungai utama Kota Padang untuk melakukan penelitian, Batang Arau dan Batang Air Kuranji. dalam analisisnya, mereka menemukan sejumlah Mikroplastik di masing-masing sampel air dari kedua sungai tersebut.


Direktur Eksekutif Ecological Observation & Wetland Conservation (Ecoton), lembaga riset lahan basah dan lingkungan, Prigi Arisandi, mengatakan terdapat 144 Partikel Mikroplastik yang terdiri dari filamen 125, fiber atau benang berwarna biru sebanyak 16 dan fragmen sebanyak 3 partikel dalam 100 L Sampel air yang mereka ambil dari Batang Air kuranji. Padahal Batang Kuranji dijadikan bahan baku oleh PDAM Kota Padang, tentu ini menjadi sebuah ancaman nyata bahaya dari mikroplastik,”paparnya, Jum’at (13/05/2022).


Sedangkan di Batang Arau berdasarkan penelusuran dan penelitiannya  merupakan sungai terparah yang terkontaminasi mikroplastik di sepanjang sungai Kota Padang. terdapat sekitar 410 Partikel mikroplastik dalam 100 L air.


Prigi Arisandi juga memaparkan dalam diskusi yang diselenggarakan di Sekretariat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat, ukuran mikroplastik yang seukuran plankton (tidak kurang dari lima mm) dapat termakan oleh biota air seperti ikan. “Dan ikan akan berakhir dimakan manusia, mikroplastik dalam ikan akan mengendap dalam tubuh manusia yang mengkonsumsi ikan tersebut, tak hanya itu, dampak buruk kontaminasi mikroplastik bagi manusia dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker dan memicu penurunan kecerdasan pada manusia. bahkan kualitas sperma juga dapat menurun akibat bahaya mikroplastik ini.” sambung Prigi.


Dilain kesempatan salah satu peneliti Tim Ekspedisi Sungai Nusantara “Ecoton”, Amiruddin menyampaikan perusahaan-perusahaan penyumbang sampah ini harus bertanggung jawab atas hasil produksi mereka yang telah menjadi sampah , “Ungkapnya.


Dari Brand Audit yang kita lakukan, setidaknya ada Delapan jenis produsen yang kita temukan yang sampahnya mendominasi sampah plastik di Batang Arau. ada Unilever  (Rinso, Sunsilk , Pepsodent, Tresemme , Clear), Danone (AMDK Aqua), Coca-Cola (Sprite dan Coca Cola), Mayora (Teh Pucuk), Indofood (Pop Mie dan Indomie), WingsFood (Ale-ale dan Mie sedang), Frisianflag (susu sachet) dan Unicharm (Mamypoko).


Perusahaan-perusahaan ini harus bertanggung jawab atas sampah mereka, kita akan mengirimkan kembali kepada mereka sampah-sampah ini sebagai bentuk aksi protes terhadap pencemaran lingkungan yang terjadi akibat hasil produksi mereka. mereka bertanggung jawab untuk mengurusi sampah-sampah hasil produksi mereka. tentu ini jadi tanggung jawab mereka sebagai produsen, bahkan ini telah ditegaskan dalam peraturan pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang sampah rumah tangga. disebutkan dalam peraturan bahwa produsen bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan,”tutupnya (13/05/2022).