WALHI Lestarikan Tanaman Rempah Asli Nusantara

WALHI Sumatera Barat selenggarakan Annual Meeting bersama dengan Eksekutif Nasional WALHI, Eksekutif Daerah WALHI Kalimantan Barat dan WALHI Sulawesi Tengah. Sebagai Tuan Rumah, WALHI Sumatera Barat memilih Kabupaten Solok Selatan sebagai tempat penyelenggaraan Annual Meeting, lokasinya adalah Pondok Belajar Pangan Berkelanjutan di Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir. Wengki Purwanto, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sumatera Barat menyebutkan bahwa : Annual Meeting program green livelihoods aliiance (GLA) tahun 2022 ini sangat penting bagi penguatan hak-hak rakyat dan peningkatan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat adat dan komunitas lokal (MAKL) di tiga provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Kalimantan Barat. Pondok Belajar ini sendiri, dibangun juga melalui dukungan program GLA oleh WALHI Sumatera Barat, sebagai tempat belajar dan berdiskusi bagi penguatan masyarakat.


Pada Momentum Annual Meeting Tahun 2022, juga dilaksanakan silaturahmi antara WALHI dengan komunitas petani. Pada kesempatan tersebut Sunardi Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sulawesi Tengah dan Nicodemus Ale Direktur Eksekutif Daerah WALHI Kalimantan Barat juga berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan komunitas petani dari Nagari Lubuk Gadang, Nagari Bidar Alam dan Nagari Ranah Pantai Cermin.


Andre Bustamar Manager Kajian dan Hukum Lingkungan WALHI Sumatera Barat lebih lanjut menjelaskan : Pondok Belajar ini memiliki luas lahan 1600m2, memiliki konsep permakultur yang cocok untuk wadah pembelajaran pemanfaatan lahan perkarangan yang bernilai ekonomi, sosial, dan berkelanjutan. Sementara bangunan pondoknya sendiri dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar dan dialog-dialog untuk mengembangkan potensi kekuatan dan ketahanan rakyat. Diantara kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah Sekolah Lingkungan bagi masyarakat Nagari Bidar Alam dan Ranah Pantai Cermin (2021) dan Sekolah Lapang Kopi yang diikuti oleh 22 Petani Kopi di Solok Selatan pada tanggal 14 Juli 2022 yang lalu.

Tambahkan subjudul (2)

Sekarang lahan perkarangan pondok belajar ini sudah berisi beragam tanaman pangan, tanaman hias dan juga kolam ikan sebagai sumber protein. Pada momentum Annual Meeting kali ini, Eksekutif Nasional WALHI bersama Eksekutif Daerah Sumatera Barat, WALHI Kalimantan Barat dan WALHI Sulawesi Tengah menanam tanaman rempah asli nusantara yaitu Kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) di Lahan Pondok Belajar. Penanaman kayu manis ini tidak hanya sekedar menambah keragaman tanaman di pondok belajar WALHI, tetapi lebih dari itu merupakan wujud gerakan WALHI secara nasional untuk melestarikan rempah asli nusantara.

Kayu manis adalah tumbuhan dengan genus Cinnamomum dan famili Lauraceae yang digunakan sebagai penghasil rempah-rempah. Rempah ini memiliki aroma yang kuat, bersifat hangat, dan rasa yang manis. Bagian kayu manis yang dapat dimanfaatkan adalah kulit kayu bagian dalam yang dipotong dengan ketebalan tertentu atau dalam bentuk bubuk kayu manis. Kulit kayu manis memiliki aroma khas yang wangi dan terasa manis sehingga dapat dimanfaatkan sebagai penyedap rasa makanan atau kue, bahan pembuat sirup, dan rasa pedas sebagai penghangat tubuh, serta dapat diolah sebagai obat herbal. Selain itu, batang kayu manis juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti bahan bangunan, meubel, dan kayu bakar.

Sementara itu, Ode Rakhman, Deputi Eksekutif Nasional WALHI yang telah hadir bersama tim Eksekutif Nasional WALHI di Pondok Belajar WALHI di Solok Selatan mengatakan : bahwa "Fasilitas ini, saya kira bukan hanya sebatas tempat untuk mendidik kader walhi atau untuk menggelar berbagai pertemuan organisasi atau sebagai sayap ekonomi organisasi, Training center juga harus dilihat sebagai simbol "Rumah Gerakan Rakyat", yang tentu menjadi katalisator dalam penyelesaian persoalan sosial dan lingkungan yang terjadi di Sumatera Barat". "Training center sebagai pusat pembelajaran bagi komunitas dan kelompok perempuan, juga harus di desain sebaik mungkin." sambungnya.